Sejarah Bebek Peking dan Perjalanan Panjangnya
Sejarah Bebek Peking mencerminkan bagaimana kuliner Tiongkok berkembang dari dapur istana hingga meja makan modern. Hidangan ini dikenal dengan kulitnya yang tipis dan renyah serta daging lembut yang kaya rasa. Tidak hanya populer di Tiongkok, Bebek Peking kini menjadi ikon kuliner yang mendunia.
Asal Usul dari Dinasti Ming
Jejak awal Bebek Peking dapat ditemukan sejak abad ke-13 di Hangzhou, dekat Shanghai. Pada masa itu, bebek panggang dijual sebagai makanan khas Nanjing. Saat Kaisar Yongle memindahkan ibu kota ke Beijing pada tahun 1420, hidangan ini pun ikut berpindah dan perlahan menjadi bagian penting dari budaya kuliner ibu kota.
Restoran khusus Bebek Peking pertama, Bianyifang, berdiri pada 1416 di Beijing. Hidangan ini semakin populer di istana kekaisaran, terutama pada masa Dinasti Qing di bawah Kaisar Qianlong (1736–1796).
Inovasi Memasak dan Restoran Legendaris
Metode memasak Bebek Peking berkembang seiring waktu. Restoran Quanjude yang berdiri pada 1864 memperkenalkan teknik memanggang dengan oven gantung atau gualu. Bebek digantung di rak logam dan dipanggang satu per satu, menghasilkan kematangan sempurna dengan kulit berkilau berwarna mahoni.
Sejak abad ke-20, Bebek Peking menjadi simbol diplomasi kuliner Tiongkok. Hidangan ini pernah disajikan untuk tokoh dunia seperti Henry Kissinger, Fidel Castro, hingga Helmut Kohl.
Proses Rumit di Balik Keistimewaan
Memasak Bebek Peking membutuhkan keterampilan tinggi. Setelah dibersihkan, udara dipompa di antara kulit dan daging untuk memisahkannya dari lemak. Proses ini membuat kulit lebih renyah saat dipanggang. Bebek lalu diglasir dengan sirup madu, kecap asin, dan rempah, kemudian didiamkan hingga 24 jam sebelum dipanggang dengan suhu tinggi.
Hasil akhirnya adalah kulit bebek renyah berkilau dan daging yang lembut. Di restoran, bebek dipotong langsung di hadapan tamu dan disajikan dalam beberapa cara, mulai dari kulitnya dengan saus manis, hingga daging yang dibungkus panekuk tipis bersama sayuran segar.
Perbedaan dengan Bebek Biasa
Tidak semua bebek dapat diolah menjadi Bebek Peking. Bebek ini merupakan hasil pengembangbiakan khusus dengan ciri bulu putih bersih dan tubuh lebih besar. Proses memasaknya juga jauh lebih kompleks dibanding bebek biasa, sehingga menghasilkan cita rasa otentik yang tidak bisa ditiru begitu saja.
Bebek Peking di Jakarta
Untuk menikmati Bebek Peking, kini tidak perlu jauh-jauh ke Beijing. Beberapa restoran di Jakarta seperti Pearl di JW Marriott, May Star, House of Yuen, hingga The Duck King Signature menyajikan menu ini dengan cita rasa autentik.
Simbol Kuliner Dunia
Dari dapur kekaisaran hingga meja diplomasi internasional, sejarah Bebek Peking menunjukkan betapa pentingnya kuliner sebagai bagian budaya. Hingga kini, Bebek Peking tetap menjadi hidangan mewah yang layak dicicipi setidaknya sekali seumur hidup.
Baca juga: Menjelajahi Bangkok, Kota Modern & Tradisi Thailand
