Sejarah Capcay, Kuliner Sayur China yang Populer

Sejarah Asal Usul Capcay

Sejarah Capcay berawal dari China, tepatnya dalam tradisi masyarakat Hokkian. Nama capcay sendiri berarti “sepuluh sayur”, di mana cap artinya sepuluh dan cay artinya sayuran. Awalnya, capcay berisi sepuluh jenis sayuran yang dimasak bersama bumbu gurih dan sederhana.

Pada masa Dinasti Qing, capcay sudah dikenal sebagai hidangan sehat. Aneka sayuran sering dimasak bersama jeroan untuk memenuhi kebutuhan gizi warga. Ada pula versi lain yang menyebut capcay lahir dari kreativitas koki kerajaan yang mengolah sisa sayuran menjadi masakan baru.

Sejarah Capcay Masuk ke Indonesia

Capcay mulai dikenal di Indonesia melalui para imigran Tionghoa. Mereka memasak capcay karena negeri ini kaya akan sayuran segar. Selain itu, harga daging di masa itu tergolong mahal, sehingga sayuran menjadi pilihan utama. Lama-kelamaan, capcay beradaptasi dengan cita rasa lokal dan menjadi salah satu hidangan keluarga Indonesia.

Variasi Capcay

Kini, capcay hadir dengan berbagai versi. Ada capcay kuah yang segar, capcay goreng kering yang gurih, hingga capcay merah dengan tambahan saus tomat. Tidak hanya mengandalkan sayuran, capcay modern juga kerap ditambahkan ayam, udang, cumi, bakso, atau sosis sebagai sumber protein.

Kaya Nutrisi

Selain lezat, capcay dinilai sebagai menu sehat karena penuh serat, vitamin, dan mineral dari beragam sayuran. Proses memasaknya yang cepat juga membantu menjaga kandungan gizi tetap utuh. Tak heran, capcay menjadi menu favorit keluarga Indonesia dari generasi ke generasi.

Baca juga: Flores untuk Backpacker: Tips Hemat & Pesona Alam