Asal Usul Sejarah Bulgogi
Sejarah Bulgogi salah satu hidangan daging panggang paling populer dari Korea. Nama Bulgogi sendiri berasal dari kata Bul (api) dan Gogi (daging). Hidangan ini biasanya menggunakan daging sapi yang diiris tipis, dibumbui dengan racikan khusus, lalu dipanggang di atas bara api.
Dari Maekjeok ke Bulgogi
Sejarah Bulgogi berawal dari masa Kerajaan Goguryeo pada abad ke-1 SM. Saat itu, hidangan bernama Maekjeok dikenal sebagai sate daging yang dipanggang setelah dibumbui terlebih dahulu. Metode membumbui daging sebelum dipanggang inilah yang membedakan Bulgogi dari hidangan serupa di negara lain.
Maekjeok juga sering disebut Mujang, yang berarti “tanpa saus”, karena cita rasanya sudah kuat tanpa tambahan bumbu saat disajikan. Hidangan ini kemudian berkembang menjadi makanan bangsawan dan kerajaan dengan sebutan Neobiani, yang berarti “daging yang dipotong rapi”.
Baca juga: Layanan TransJakarta Dihentikan Sementara Akibat Situasi Tidak Kondusif
Perkembangan Hingga Kini
Bulgogi terus bertahan dan beradaptasi dengan zaman. Dari hidangan kerajaan, Bulgogi kini menjadi makanan sehari-hari yang disukai masyarakat Korea maupun penikmat kuliner internasional. Rasa gurih manis dari bumbu khasnya menjadikan Bulgogi mudah diterima berbagai kalangan.
Bulgogi sebagai Ikon Kuliner Korea
Hari ini, Bulgogi tidak hanya hadir di meja makan keluarga Korea, tetapi juga populer di restoran-restoran mancanegara. Kehadirannya melambangkan kekayaan tradisi kuliner Korea sekaligus memperlihatkan bagaimana warisan sejarah dapat terus hidup dalam hidangan modern.
