Karaage Nakatsu sering disebut sebagai ayam goreng terbaik di Jepang, bahkan di dunia. Bukan hanya karena rasanya yang gurih renyah, tetapi juga karena kedalaman sejarah dan identitas budaya yang melekat padanya. Di kota kecil Nakatsu, Prefektur Oita, lebih dari 40 kedai bersaing mempertahankan reputasi sebagai pusat karaage otentik yang mewakili jiwa masyarakatnya.
Setiap tahun, Jepang menggelar Grand Prix Karaage, sebuah kompetisi nasional yang melibatkan ratusan kedai. Meski kota besar seperti Tokyo, Osaka, dan Kyoto turut bersaing, Nakatsu kerap menjadi pemenang. Hal ini membuat nama karaage semakin identik dengan kota kecil di Kyushu tersebut.
Sejarah Panjang di Balik Rasa
Karaage memiliki akar sejarah sejak abad ke-16, saat teknik menggoreng dari Portugis masuk ke Jepang. Namun, baru setelah masa kelaparan di era Kyōhō dan perubahan pola makan pada masa Kaisar Meiji, daging ayam mulai menjadi bagian penting dalam konsumsi masyarakat Jepang.
Setelah Perang Dunia II, ayam goreng semakin populer, terutama di Kyushu yang dikenal sebagai pusat peternakan unggas. Dari sinilah lahir inovasi karaage modern yang akhirnya melekat erat dengan Nakatsu.
Dari Kedai Kecil hingga Reputasi Dunia
Perjalanan karaage Nakatsu dimulai dari kedai-kedai kecil yang hanya menjual ayam goreng untuk dibawa pulang. Resep turun-temurun dipertahankan, dengan bumbu marinasi khas mulai dari kecap, jahe, bawang putih, hingga tambahan buah untuk memperkuat rasa.
Baca juga: Resensi Novel Laut Bercerita: Fiksi Sejarah tentang Aktivisme dan Kehilangan
Hampir setiap kedai di Nakatsu punya rahasia sendiri. Ada yang menggunakan teknik suhu berbeda untuk setiap potongan ayam, ada pula yang meracik adonan unik dengan garam beras malt. Persaingan sehat antar kedai membuat cita rasa karaage terus berkembang, menjadikannya simbol inovasi sekaligus tradisi.
Lebih dari Sekadar Makanan
Di Nakatsu, karaage sudah menjadi identitas. Setiap tahun digelar Karafes, festival karaage yang mendatangkan lebih dari 50.000 pengunjung. Bahkan pada 2019, kota ini mencetak Rekor Dunia Guinness untuk porsi ayam goreng terbesar dengan berat lebih dari 1,6 ton.
Karaage Nakatsu kini bukan sekadar camilan, melainkan makanan yang hadir dalam berbagai momen penting: pernikahan, ulang tahun, hingga perayaan Natal. Lebih dari itu, karaage menjadi simbol ketekunan masyarakat Jepang menghadapi kesulitan, dari kelaparan hingga masa perang, dan akhirnya menjadi ikon kuliner yang mendunia.
