Bungeoppang, Jajanan Musim Dingin Korea yang Manis dan Hangat

Bungeoppang (붕어빵), atau berbahasa Indonesia “roti ikan mas,” adalah salah satu jajanan paling populer di Korea Selatan ketika musim dingin tiba, bukan tanpa alasan, jajanan ini menjadi makanan yang sangaty populer, karena rasa yang lezat dan menghangatkan saat memakannya. Kudapan ini berbentuk ikan dengan tekstur renyah di luar, lembut di dalam, serta isian manis seperti pasta kacang merah atau cokelat.

Asal-Usul Bungeoppang

Bungeoppang sejatinya berakar dari kue Jepang bernama Taiyaki. Kudapan tersebut dibawa ke Korea pada tahun 1930-an ketika Jepang masih berkuasa di semenanjung Korea. Namun, baru pada 1990-an, bungeoppang mulai dikenal luas di masyarakat Korea Selatan dengan nama yang kita kenal sekarang.

Jajanan Kaki Lima Favorit

Hidangan ini banyak dijajakan di gerai kaki lima sepanjang jalanan Korea saat musim dingin. Aromanya yang khas membuat siapa pun tergoda untuk mencoba. Kini, bungeoppang juga mulai dikenal di Indonesia. Beberapa kafe dan pusat perbelanjaan sudah menyediakan jajanan ini sebagai menu pelengkap tren kuliner Korea.

Baca juga: Novel Kisah Tragis Oei Hui Lan: Representasi Batasan Timur dan Ketergantungan pada Barat

Cara Membuat Bungeoppang di Rumah

Untuk Anda yang sulit menemukannya, bungeoppang bisa dibuat sendiri dengan bahan sederhana.

Bahan adonan (untuk 12 buah):

  • 200 g tepung terigu serba guna
  • 2 sdm gula pasir
  • 1 sdt garam
  • 1 sdt baking soda
  • 2 butir telur
  • 300 ml air
  • 2 sdm minyak goreng
  • 250 ml susu UHT
  • 1 sdt vanilla essence

Bahan isian:

  • 300 g kacang merah rebus, haluskan
  • 100 g gula pasir
  • ½ sdt vanilla extract
  • ½ sdt garam

Cara membuat:

  1. Campurkan semua bahan adonan, kocok hingga merata, lalu diamkan 30 menit.
  2. Panaskan cetakan berbentuk ikan.
  3. Tuang sedikit adonan, tambahkan isian, lalu tutup dengan adonan lagi.
  4. Masak sekitar 1,5 menit hingga matang kecokelatan.
  5. Angkat dan sajikan hangat.

Camilan Hangat yang Mendunia

Bungeoppang bukan sekadar jajanan musiman, tetapi juga bagian dari budaya kuliner Korea. Perpaduan renyah adonan dan manis legit isian membuatnya cocok dinikmati sambil menunggu salju turun atau sekadar menemani secangkir teh.

Kini, popularitasnya sudah merambah ke berbagai negara, termasuk Indonesia, seiring meningkatnya minat masyarakat pada kuliner Korea.

Baca juga: KPK Periksa Pejabat OJK hingga DPR Terkait Dugaan Korupsi CSR Bank Indonesia