Mengenal Samgyetang, Sup Ayam Ginseng Favorit di Musim Panas Korea

Samgyetang atau 삼계탕 adalah sup tradisional Korea yang dibuat dari ayam muda utuh yang diisi beras ketan, bawang putih, dan jujube (kurma Korea), lalu direbus bersama ginseng. Nama hidangan itu sendiri berasal dari tiga kata: sam (ginseng), gye (ayam), dan tang (sup).

Hidangan ini biasanya disajikan dalam satu panci panas dengan kaldu bening, ayam empuk, dan aroma ginseng yang khas. Walau sederhana, Samgyetang dianggap sebagai makanan berkhasiat tinggi.

Sejarah Samgyetang

  • Masa Dinasti Joseon (1392–1897): Sup ayam ginseng dikenal dengan berbagai nama seperti Yeongyetang atau Chonggyetang, dan kerap diberikan pada tetua keluarga di musim panas.
  • Kolonial Jepang: Catatan menyebut keluarga kaya merebus ayam dengan bubuk ginseng sebagai tonik musim panas.
  • 1940-an: Hidangan ini mulai populer di restoran dengan nama Gyesamtang.
  • 1960-an hingga kini: Ginseng utuh lebih banyak digunakan, dan istilah “Samgyetang” resmi menggantikan “Gyesamtang”.

Tradisi Musim Panas

Masyarakat Korea percaya menyantap makanan panas di hari terpanas (sambok) bisa menggantikan energi yang hilang akibat keringat. Karena itu, Samgyetang menjadi menu khas pada Chobok, Jungbok, dan Malbok—tiga hari terpanas di kalender lunar Korea.

Baca juga: Benteng Ferangi, Jejak Sejarah di Ambon yang Jadi Markas Militer

Manfaat Samgyetang

Samgyetang dianggap sebagai makanan bergizi lengkap:

  • Ayam muda: Kaya protein untuk imunitas tubuh.
  • Ginseng: Mengandung saponin yang meningkatkan daya tahan tubuh.
  • Bawang putih: Detoks alami dan mendukung kesehatan jantung.
  • Jujube (kurma Korea): Menambah vitamin, mengurangi kelelahan, dan memberi rasa manis alami.
  • Tambahan herbal (milkvetch, wolfberry, ginkgo): Memberikan efek anti-inflamasi dan menjaga paru-paru.

Secara keseluruhan, semangkuk Samgyetang mengandung sekitar 800 kalori, 52 gram lemak, dan 55 gram protein—cukup untuk memulihkan tenaga.

Cara Penyajian

Di restoran Korea, Samgyetang biasanya disajikan utuh dalam mangkuk panas. Sup ini jarang dibumbui saat dimasak, sehingga pengunjung bisa menambahkan garam atau merica sesuai selera. Lauk pendamping biasanya berupa kimchi, tumis ampela bawang putih, dan kadang disajikan bersama soju atau anggur ginseng (insam-ju).

Popularitas Global

Samgyetang kini menjadi salah satu makanan Korea paling terkenal setelah kimchi, samgyeopsal, tteokbokki, dan bibimbap. Selain lezat, hidangan ini juga merefleksikan filosofi kesehatan masyarakat Korea yang diwariskan sejak nenek moyang mereka.

Baca juga: Protes di Yerusalem: Ratusan Demonstran Kepung Rumah Netanyahu Buntut Serangan Gaza