Panini Italia: Fakta, Varian, dan Sejarah Sandwich Press Mendunia

Italia dikenal sebagai salah satu negara yang memiliki banyak ragam kuliner ikonik, mulai dari pasta, pizza, hingga hidangan ringan seperti panini. Kudapan ini sekilas mirip dengan sandwich, tetapi panini memiliki ciri khas tersendiri karena dipanggang menggunakan alat press khusus. Roti menjadi lebih tipis, hangat, dan renyah, menjadikannya favorit banyak orang di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

1. Beda dengan Sandwich Biasa

Panini biasanya dibuat menggunakan roti tradisional Italia seperti focaccia, ciabatta, atau baguette. Isinya bisa berupa keju, daging, sayuran, dan saus, sama seperti sandwich pada umumnya. Bedanya, panini selalu dipanggang dengan mesin press. Proses ini membuat roti yang tebal berubah menjadi tipis dan mudah disantap, tanpa mengurangi rasa kenyang yang ditawarkan.

Baca juga: Hakim Bacakan Vonis Razman, Tim Pengacara Walk Out

2. Sudah Mendunia, Termasuk Indonesia

Awalnya menjadi menu sarapan orang Italia, kini panini telah dikenal luas di berbagai negara. Bahkan di Indonesia, beberapa kafe sudah menyajikannya sebagai menu andalan. Nama “panini” sendiri berarti “roti kecil” dalam bahasa Italia. Varian isiannya pun beragam, mulai dari versi vegetarian, seafood seperti tuna atau salmon, hingga daging sapi dan ayam. Keju yang digunakan biasanya mozzarella, provolone, atau cheddar.

3. Varian Panini Populer

Ada banyak jenis panini yang populer di Italia, di antaranya:

  • Panini Caprese: Ciabatta berisi tomat, mozzarella, basil, minyak zaitun, dan balsamic vinegar.
  • Panini Toscano: Focaccia dengan daging prosciutto, keju pecorino, dan rucola.
  • Panini alla Parmigiana: Ciabatta dengan daging, keju, saus tomat, minyak zaitun, dan lada hitam.
  • Panini ai Funghi: Baguette isi jamur, mozzarella, dan bawang.
  • Panini al Tonno: Ciabatta dengan tuna, mayones, sayuran, mustard atau jus lemon, plus minyak zaitun.

4. Sejarah Panini

Panini sudah dikenal sejak abad ke-16 di Lombardy sebagai bekal makan siang pekerja. Popularitasnya meningkat ketika bar di Milan bernama Paninoteche mulai menyajikan panini sebagai menu andalan. Hidangan ini bahkan masuk ke koran Amerika pada tahun 1956. Evolusi bentuk panini makin terlihat setelah ditemukannya mesin press oleh Thomas Edison pada 1920. Dari situ, panini berkembang menjadi roti isi tipis yang praktis, tetapi tetap lezat.

Baca juga: Pantai Sopapei, Surga Tersembunyi di Ambon dengan Pesona Tenang