Sejarah Galbi Korea dan Resep Praktis yang Mendunia

Sejarah Galbi hidangan khas Korea yang menggunakan daging iga pendek. Masyarakat biasanya memarinasi daging dengan kecap asin, gula, bawang putih, pir Korea, serta minyak wijen, lalu memanggangnya hingga empuk. Oleh karena itu, hidangan ini terkenal dengan rasa gurih manis dan tekstur lembut.

Sejarah Galbi

Kata galbi dalam bahasa Korea berarti “tulang rusuk.” Orang Korea pada awalnya memasak iga sapi dengan bumbu sederhana. Namun, ketika warga Korea berimigrasi ke Amerika Serikat pada 1960–1980-an, mereka menciptakan variasi LA Galbi. Versi ini memakai potongan iga melintang sehingga lebih tipis dan cepat matang.

Selain itu, galbi tidak hanya menggunakan daging sapi. Masyarakat Korea juga membuat variasi seperti dwaeji galbi (iga babi) atau dak galbi (iga ayam). Popularitasnya terus meningkat. Bahkan, pada 2011, CNN Go menempatkan galbi sebagai salah satu dari 50 makanan paling lezat di dunia.

Popularitas di Restoran BBQ Korea

Restoran BBQ Korea menjadikan galbi sebagai salah satu menu andalan. Pengunjung biasanya memanggang potongan daging sendiri di meja, sehingga pengalaman makan terasa lebih interaktif. Oleh karena itu, galbi tidak hanya sekadar makanan, tetapi juga budaya bersantap yang mempererat kebersamaan.

Baca juga: Komdigi Resmi Cabut Pembekuan Izin TikTok di Indonesia

Resep Dasar Galbi Sapi

Untuk membuat galbi ala rumahan, langkahnya cukup sederhana:

  1. Siapkan bumbu marinasi. Haluskan pir Korea atau apel, bawang bombay, bawang putih, jahe, kecap asin, gula palem, madu, minyak wijen, dan lada hitam.
  2. Rendam daging. Campurkan iga sapi dengan bumbu. Simpan di kulkas minimal satu jam. Semakin lama, daging akan semakin meresap.
  3. Panggang daging. Letakkan daging di atas panggangan atau wajan panas. Balik hingga kedua sisi matang merata. Tambahkan bawang putih atau potongan labu kabocha jika ingin variasi rasa.
  4. Sajikan hangat. Potong daging menjadi bagian kecil, lalu nikmati bersama nasi putih dan lauk pendamping.

Hidangan yang Mendunia

Kini, galbi sudah melintasi batas negara. Restoran Korea di berbagai belahan dunia selalu menyajikannya sebagai menu favorit. Akhirnya, galbi tidak hanya menjadi simbol kuliner Korea, tetapi juga jembatan budaya yang mempertemukan selera Timur dan Barat.

Baca juga: Museum Siwalima, Wisata Sejarah dan Budaya Maluku di Ambon