Lempah Kuning Bangka Belitung

Lempah Kuning Bangka Belitung

Lempah Kuning Bangka Belitung adalah salah satu hidangan tradisional Jawa Sumatera yang dikenal karena kuah kuning segarnya yang kaya rempah. Masakan ini dibuat tanpa santan, menggunakan ikan sebagai bahan utama dan bumbu halus kunyit yang memberi warna emas khas. Masyarakat Bangka Belitung menjadikannya santapan harian, sekaligus simbol budaya dan keseimbangan alam.

Asal-Usul dan Nilai Filosofis Lempah Kuning

Lempah Kuning lahir dari tradisi nelayan dan petani Bangka Belitung. Ikan segar dari laut dipadukan dengan rempah-rempah hasil bumi, menciptakan makanan yang sederhana namun memiliki karakter kuat. Hidangan ini diperkirakan telah dikonsumsi sejak ratusan tahun lalu oleh masyarakat asli Suku Lom.

Makna Lempah Kuning juga terlihat dari warnanya. Kunyit menghasilkan warna kuning cerah yang dipercaya melambangkan kebahagiaan, kemakmuran, dan kejayaan. Karena itu, hidangan ini sering disajikan dalam kumpul keluarga atau acara adat, sebagai harapan untuk rezeki dan kelimpahan.

Resep Lempah Kuning dari Bangka Belitung

Lempah Kuning memiliki cita rasa segar, pedas, gurih, dan sedikit asam dari nanas. Proses memasaknya juga mudah dan tidak membutuhkan minyak ataupun santan, sehingga lebih sehat dan ringan.

Bahan Utama:

  • 300 gr ikan tenggiri/kakap
  • 100 gr nanas muda, iris tipis
  • 750 ml air

Bumbu Halus:

  • 5 cabai keriting
  • 3 siung bawang putih
  • 5 bawang merah
  • 2 cm kunyit

Pelengkap:

  • Lengkuas memar
  • Daun salam
  • Garam, gula, penyedap
  • Air asam jawa (opsional)
  • Terasi Bangka (opsional)

Cara Memasak:

  1. Haluskan bumbu dasar (cabai, bawang, kunyit).
  2. Rebus bersama air, lengkuas, dan daun salam hingga mendidih.
  3. Masukkan ikan lalu masak setengah matang.
  4. Tambahkan nanas, garam, gula, dan asam jawa.
  5. Tunggu hingga kuah meresap dan ikan matang sempurna.
  6. Sajikan hangat dengan nasi putih.

Hidangan ini bukan sekadar makanan sehari-hari, tetapi juga identitas gastronomi Bangka Belitung yang terus lestari. Lempah Kuning menyimpan cerita panjang tentang laut, tanah, hidup berdampingan, serta kearifan lokal yang patut dijaga.