Gohu Pepaya Manado: Asinan Segar
Gohu pepaya merupakan salah satu camilan khas Manado, Sulawesi Utara, yang dikenal sebagai asinan menyegarkan berbahan dasar pepaya muda. Teksturnya renyah dengan perpaduan rasa asam, manis, dan pedas yang pas membuatnya cocok disantap sebagai hidangan pembuka maupun kudapan ringan.
Sejarah dan Karakter Gohu Pepaya
Walaupun tidak memiliki catatan sejarah yang spesifik, kuliner ini lahir dari kreativitas masyarakat Manado dalam memanfaatkan pepaya muda dan rempah sebagai pengganti buah lain yang lebih sulit didapat. Gohu pepaya sering disamakan dengan gohu ikan dari Ternate, namun keduanya berbeda jauh baik dari bahan maupun teknik penyajian.
Nama “gohu” dipercaya merujuk pada olahan yang direndam atau diberi bumbu asinan. Sementara gohu pepaya menghadirkan sensasi segar—sehingga sejak dulu dinikmati sebagai cemilan ringan dan bahkan sebagai hidangan pengganti lalapan.
Resep Gohu Pepaya Khas Manado
Bahan:
- 1 kg pepaya mengkal, serut/korek api
- 10 cabai rawit merah (sesuai selera)
- 5 siung bawang merah
- 3 cm jahe, digeprek/halus
- 200 gram gula pasir (atau sesuai rasa)
- Garam secukupnya
- Cuka makan sesuai selera
- Air matang secukupnya
Cara Membuat:
- Kupas dan cuci pepaya, potong tipis memanjang atau serut kasar.
- Haluskan cabai rawit, bawang merah, dan jahe menggunakan ulekan atau blender.
- Campurkan bumbu halus dengan air matang, tambah gula dan garam lalu aduk sampai larut.
- Masukkan cuka sedikit demi sedikit sambil koreksi rasa hingga asam-manis-pedas seimbang.
- Masukkan pepaya ke dalam kuah dan aduk merata.
- Dinginkan minimal 2 jam di kulkas agar bumbu meresap sempurna.
Gohu pepaya paling nikmat disajikan dingin, apalagi saat cuaca panas. Kesegarannya berpadu dengan rasa pedas dan aroma rempah menjadikan hidangan ini salah satu sajian Manado yang wajib dicoba.
