Panada Manado, Roti Goreng Isi Cakalang Pedas Warisan Eropa–Minahasa
Panada khas Manado dikenal sebagai jajanan gurih pedas yang langsung menggugah selera. Bentuknya menyerupai pastel, tetapi kulitnya berupa adonan roti yang empuk. Isinya ikan cakalang suwir berbumbu pampis yang pedas dan harum. Kuliner ini berkembang di Manado dan menjadi identitas rasa masyarakat Minahasa.
Keunikan panada terletak pada perpaduan teknik Eropa dan rempah lokal. Karena itu, cita rasanya terasa akrab sekaligus khas Nusantara.
Jejak Empanada dari Eropa
Sejarah panada berakar dari empanada, makanan berisi khas Spanyol dan Portugis. Para pedagang Eropa membawa resep tersebut saat berdagang ke kawasan Minahasa. Masyarakat setempat lalu mengenal konsep roti berisi yang digoreng.
Namun, lidah lokal menuntut penyesuaian. Dari sinilah panada mulai mengambil bentuk dan rasa yang berbeda dari empanada aslinya.
Adaptasi Minahasa yang Kuat Rasa
Keluarga Mandey di Minahasa dikenal sebagai pihak yang mengembangkan panada menjadi seperti sekarang. Mereka mengganti isian daging ala Eropa dengan ikan cakalang, bahan laut yang mudah didapat dan digemari masyarakat pesisir.
Bumbu pampis khas Minahasa kemudian menjadi kunci rasa. Cabai, bawang, daun jeruk, serai, dan kemangi memberi sensasi pedas, gurih, serta aroma segar yang kuat.
Ciri Khas Panada Manado
Panada memiliki kulit yang lebih tebal dan empuk dibanding pastel. Teksturnya mirip roti donat, karena menggunakan ragi dan melalui proses fermentasi.
Sementara itu, isiannya terasa padat dan berbumbu. Ikan cakalang disuwir halus, lalu dimasak hingga kering agar tidak membuat adonan lembek saat digoreng.
Bahan dan Gambaran Resep Dasar
Adonan panada dibuat dari tepung terigu, ragi, gula, garam, telur, margarin, dan santan hangat. Santan memberi rasa gurih dan aroma khas pada roti.
Untuk isian, cakalang suwir dimasak bersama bawang merah, bawang putih, cabai, daun jeruk, serai, dan kemangi. Bumbu ini dimasak hingga meresap dan kering.
Proses Pembuatan yang Menentukan
Adonan diuleni hingga kalis lalu difermentasi sampai mengembang. Setelah itu, adonan dipipihkan dan diisi pampis cakalang. Panada dibentuk setengah lingkaran dan direkatkan rapat.
Tahap terakhir adalah menggoreng dalam minyak panas hingga permukaannya kecokelatan. Hasilnya roti goreng empuk dengan isian pedas yang menggoda.
Ikon Jajanan Manado
Hingga kini, panada mudah ditemukan di pasar tradisional, toko roti, hingga kedai jajanan di Manado. Banyak orang menjadikannya teman minum kopi atau camilan sore hari.
Lebih dari sekadar jajanan, panada mencerminkan sejarah pertemuan budaya Eropa dan Minahasa. Dari dapur lokal, panada tumbuh menjadi ikon kuliner yang terus bertahan dan dicintai.
